{"id":1,"date":"2025-12-24T06:00:38","date_gmt":"2025-12-23T23:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/amiindonesia.net\/wordpress\/?p=1"},"modified":"2026-01-15T00:49:29","modified_gmt":"2026-01-14T17:49:29","slug":"menjadi-calon-mempelai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/amiindonesia.net\/?p=1","title":{"rendered":"Menjadi Calon Mempelai yang Bijak"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"1\" class=\"elementor elementor-1\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-46f5b081 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"46f5b081\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;,&quot;background_motion_fx_motion_fx_scrolling&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;background_motion_fx_devices&quot;:[&quot;desktop&quot;,&quot;tablet&quot;,&quot;mobile&quot;]}\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-2590b0d0 elementor-widget elementor-widget-html\" data-id=\"2590b0d0\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"html.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<canvas id=\"snowCanvas\" style=\"position:fixed; top:0; left:0; pointer-events:none; z-index:9999;\"><\/canvas>\n\n<script>\n(function() {\n    var canvas = document.getElementById('snowCanvas');\n    var ctx = canvas.getContext('2d');\n    var flakes = [];\n\n    function resize() {\n        canvas.width = window.innerWidth;\n        canvas.height = window.innerHeight;\n    }\n\n    window.addEventListener('resize', resize);\n    resize();\n\n    function createFlakes() {\n        for (var i = 0; i < 100; i++) {\n            flakes.push({\n                x: Math.random() * canvas.width,\n                y: Math.random() * canvas.height,\n                r: Math.random() * 3 + 1, \/\/ ukuran salju\n                d: Math.random() * 1 \/\/ kerapatan\/kecepatan\n            });\n        }\n    }\n\n    function draw() {\n        ctx.clearRect(0, 0, canvas.width, canvas.height);\n        ctx.fillStyle = \"white\"; \/\/ warna salju\n        ctx.beginPath();\n        for (var i = 0; i < flakes.length; i++) {\n            var f = flakes[i];\n            ctx.moveTo(f.x, f.y);\n            ctx.arc(f.x, f.y, f.r, 0, Math.PI * 2, true);\n        }\n        ctx.fill();\n        move();\n    }\n\n    function move() {\n        for (var i = 0; i < flakes.length; i++) {\n            var f = flakes[i];\n            f.y += Math.pow(f.d, 2) + 1;\n            f.x += Math.sin(f.y \/ 30);\n\n            if (f.y > canvas.height) {\n                flakes[i] = { x: Math.random() * canvas.width, y: -10, r: f.r, d: f.d };\n            }\n        }\n    }\n\n    createFlakes();\n    setInterval(draw, 30);\n})();\n<\/script>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-50e6f37d e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"50e6f37d\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-66a3ec71 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"66a3ec71\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"color: #000000;\">24 Desember 2025<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-297daffd elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"297daffd\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Menjadi Calon Mempelai yang Bijak: Tetap Terjaga di Era Penyesatan<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1f381f7 elementor-blockquote--skin-border elementor-widget elementor-widget-blockquote\" data-id=\"1f381f7\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"blockquote.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<blockquote class=\"elementor-blockquote\">\n\t\t\t<p class=\"elementor-blockquote__content\">\n\t\t\t\t\"Berkat Mazmur 91 bukanlah hadiah tanpa tujuan; itu adalah jaminan perlindungan bagi mereka yang berani memikul misi penuai di tengah dunia yang sedang tersandung.\"\t\t\t<\/p>\n\t\t\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7d5c9200 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"7d5c9200\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Belakangan ini kita sedang mempelajari tentang &#8220;Dua Binatang&#8221;. Kita telah mempelajari Seri Dua Binatang #1\u2013#21. Konten ini diringkas menjadi tiga (3) bagian. Bagian pertama adalah: (1) \u2018Dua Binatang adalah &#8220;Juruselamat palsu&#8221; (&#8220;anti-Kristus&#8221;).\u2019 Di antaranya, binatang pertama adalah \u2018anti-Kristus di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan,\u2019 dan binatang kedua adalah \u2018anti-Kristus di bidang agama\u2019 (Seri #1\u2013#6). Ini adalah studi tentang identitas mereka.\u00a0<span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Dan bagian kedua adalah ini\u2014siapakah kekuatan penggerak di balik mereka? (2) Kekuatan penggerak di balik \u2018binatang pertama\u2019 adalah \u2018Yahudi palsu\u2019 (Seri #7\u2013#12). Dan bagian ketiga adalah\u2014(3) siapakah kekuatan penggerak di balik \u2018binatang kedua\u2019? Ini tidak lain adalah \u2018agama Babel\u2019 (Seri #13\u2013#21). Kita telah mempelajari ketiga bagian tersebut dalam seri #1\u2013#21. Semua ini adalah \u2018Kristus palsu\u2019. Mengapa kita menyebut mereka demikian? Karena mereka dirancang untuk menjadi \u2018juruselamat palsu.\u2019 Siapa yang dianggap sebagai juruselamat dalam konsep sekuler? Itu merujuk pada seseorang yang menyelesaikan masalah manusia, yang memberi harapan, yang menerangi dunia, yang membantu orang hidup sejahtera, yang membuat umat manusia bahagia, yang membawa kedamaian, dan yang membuat dunia menjadi firdaus. Ini semua adalah istilah-istilah positif. Namun, mereka adalah juruselamat palsu.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Secara mengejutkan, Yesus Sendiri merancang (menetapkan) Dua Binatang ini untuk menjadi juruselamat palsu (Wahyu 13:1-18). Yesus mengatakan bahwa Ia akan menggunakan mereka sebagai salah satu tanda yang harus muncul sebelum Parousia-Nya (30 M, Matius 24:3-5, 23-28). Oleh karena itu, Yesus berkata: sebelum Parousia-Nya, mereka harus muncul (Matius 24:6). Luar biasanya, mereka telah muncul hari ini, dan menyebabkan &#8220;sakit bersalin&#8221; (penderitaan) yang ekstrem (Matius 24:8). Salah satu sakit bersalin yang Yesus bicarakan adalah ini: penderitaan karena penyesatan dan kejatuhan.<br \/>\u201cMereka akan menyesatkan banyak orang Kristen (\u2018menyesatkan,\u2019 phranao dalam bahasa Yunani, Matius 24:4), dan mereka yang disesatkan akan dibuat murtad\/tersandung (\u2018tersandung,\u2019 skandaliz\u014d dalam bahasa Yunani, Matius 24:10).\u201d Yesus memperingatkan calon mempelai-Nya tentang fakta ini. Oleh karena itu, bagi para calon mempelai \u2014 \u2018Waspadalah\u2019 (blepete dalam bahasa Yunani, yang berarti awas, waspadalah, bentuk perintah, Matius 24:4). Dan \u2018bertahanlah sampai akhir\u2019 (hypomen\u014d dalam bahasa Yunani, Matius 24:13).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Untuk melakukan hal ini, Anda harus tetap terjaga (gr\u0113goreite dalam bahasa Yunani, yang berarti terjaga, berjaga-jaga, Matius 24:42), dan Anda harus bersiap untuk Kedatangan-Nya yang Kedua (hetoimos dalam bahasa Yunani, bersiap, Matius 24:44). Tidak hanya itu \u2014 Anda juga harus membantu anak-anak Allah agar mereka tidak tersandung, melainkan tetap terjaga dengan kemampuan membedakan zaman. Yesus menantang bahwa inilah misi dari para calon mempelai (Matius 24:45\u201325:46).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sebelum Kedatangan-Nya yang Kedua, Yesus membutuhkan para calon mempelai yang memikul misi ini. Oleh kasih karunia, Ia telah mempersiapkan calon mempelai tersebut sebelumnya. Mereka harus menerima berkat Mazmur 91 \u2014 karena mereka harus menjalankan misi ini. Karena misilah berkat-berkat tersebut menjadi perlu. Apa saja berkat-berkat ini? Ini adalah berkat-berkat yang luar biasa \u2014 berkat yang hampir terlalu berat untuk ditanggung.<br \/>\u201cInilah berkat-berkat tersebut:<\/p>\n<ul>\n<li>Bahwa Yesus akan menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku.<\/li>\n<li>Bahwa Ia akan melepaskan aku dari jerat penangkap burung dan dari penyakit sampar yang busuk.<\/li>\n<li>Bahwa Ia akan menudungi aku dengan kepak-Nya.<\/li>\n<li>Bahwa aku akan melihat dengan mataku sendiri pembalasan terhadap orang-orang fasik.<\/li>\n<li>Bahwa malaikat-malaikat pelindung akan selalu menjagaku.<\/li>\n<li>Bahwa aku akan melangkah di atas singa dan ular tedung; aku akan menginjak singa muda dan ular naga.<\/li>\n<li>Bahwa Ia akan meninggikan aku.<\/li>\n<li>Bahwa Ia akan menjawab aku setiap kali aku berseru.<\/li>\n<li>Bahwa Ia akan menyertai aku dalam kesesakan.<\/li>\n<li>Bahwa Ia akan luputkan dan menyelamatkan aku di waktu kesesakan serta memuliakan aku.<\/li>\n<li>Bahwa Ia akan mengenyangkan aku dengan umur panjang.\u201d (Mazmur 91:1-16)<\/li>\n<\/ul>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Berkat-berkat ini tidak diberikan kepada semua orang Kristen. Berkat ini diberikan hanya kepada mereka yang mengasihi Yesus (Mazmur 91:14) \u2014 yang berarti, kepada para calon mempelai. Ini adalah kasih karunia. Dan mereka yang menerima kasih karunia ini tidak pernah dibiarkan sendirian. Roh Kudus bersyafaat agar kasih karunia ini tetap terpelihara. Roh Kudus Sendiri membantu para calon mempelai dalam kelemahan mereka dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan \u2014 agar mereka dapat memenuhi &#8220;misi penuai&#8221; (kehendak Allah) yang dipercayakan kepada mereka (Roma 8:26-27). Ini semua karena misi tersebut. Mereka yang tidak memiliki misi tidak termasuk dalam janji-janji ini.<\/p>\n<p>Mereka yang menerima berkat yang dijanjikan ini mengaku seperti Roma 8:28-39. Ini adalah pengakuan Paulus. Ia mengucap syukur dalam segala situasi. Paulus mengatakan ini adalah kehendak Allah dalam Kristus Yesus bagi para calon mempelai (1 Tesalonika 5:18). Karena ia memahami dan mengikuti Model Visioner Yesus (Filipi 2:5-11), ia mampu membuat pengakuan seperti itu. Doa saya adalah \u2014 agar di Tahun Baru 2026, setiap pembaca (tanpa kecuali) akan menerima spiritualitas Paulus ini. Hanya dengan begitu Anda dapat memenuhi misi yang diberikan dengan ucapan syukur. Jika ada yang merasa belum menjadi pemikul misi \u2014 maka di tahun 2026, kiranya Anda benar-benar masuk ke dalam jajaran pemikul misi. Hanya dengan begitu Anda akan menikmati berkat Mazmur 91. Dengan berkat-berkat ini, Anda akan dapat melayani dan menyelamatkan banyak nyawa. Untuk itu, saya berdoa agar kasih karunia Yesus turun atas setiap pembaca.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Mereka yang menerima berkat Mazmur 91 adalah orang-orang yang bijaksana. Mereka mengerti mengapa Yesus, sebagai salah satu tanda-Nya sebelum Kedatangan-Nya yang Kedua, merancang \u2018Dua Binatang\u2019 (\u2018juruselamat palsu,\u2019 \u2018kristus palsu\u2019). Tujuannya adalah agar \u2014 melalui juruselamat palsu ini \u2014 anak-anak Allah dapat mempelajari Juruselamat yang sejati (Yesus) dengan lebih mendalam, memikirkan-Nya dengan lebih penuh syukur, lebih menghargai-Nya, lebih menghormati-Nya, serta mempersiapkan dan memberitakan Kedatangan-Nya yang Kedua. Orang yang mengetahui hal ini adalah orang bijak yang diberkati.<\/p>\n<p><br \/>Juruselamat sejati (Yesus) ini dalam bahasa Ibrani disebut \u201cMesias\u201d (Yohanes 4:25-26), dan dalam bahasa Yunani disebut \u201cChristos\u201d (berarti Kristus, Matius 26:63-64). Maknanya adalah \u2014 \u201cDia yang diurapi sebagai Juruselamat.\u201d Hanya Yesus, Juruselamat yang diurapi, yang memegang gelar ini. Dua Binatang tidak diurapi. Namun Yesus merancang sistem ini: \u201cDi zaman gereja (kedatangan pertama hingga kedatangan kedua), banyak \u2018anti-kristus\u2019 (\u2018kristus palsu,\u2019 \u2018juruselamat palsu,\u2019 \u2018kristus tanpa urapan\u2019) akan muncul\u201d (1 Yohanes 2:18). Mereka yang tidak diurapi tersebut termasuk Dua Binatang (Wahyu 13:1-18).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Luar biasanya \u2014 persis seperti yang Yesus rancang (nubuatkan), saat ini Dua Binatang tersebut berkeliaran dengan kuat \u2014 mengguncang seluruh dunia dengan kekuatan, kekayaan, dan kehormatan yang luar biasa. Penampilan mereka sudah menunjukkan hal ini: \u201ctujuh kepala dan sepuluh tanduk\u201d (binatang pertama, Wahyu 13:1), dan \u201csatu kepala dan dua tanduk\u201d (binatang kedua, Wahyu 13:11). Kepala dan tanduk melambangkan kekuasaan, kekayaan, dan kehormatan. Namun makhluk-makhluk ini, meskipun mereka berkeliaran sekarang, dirancang (ditetapkan) untuk dilemparkan ke dalam lautan api tepat sebelum Epifania Yesus (Wahyu 19:11-16, Wahyu 19:20). Itu akan terjadi ketika misi yang diberikan kepada mereka selesai \u2014 dan tujuan mereka dibuang. Semua ini adalah desain Yesus. Yohanes melihat ini melalui penglihatan dan mencatatnya (95 M, Wahyu 13:1-18).<br \/>Lalu pertanyaannya \u2014 apakah misi yang Yesus berikan kepada Dua Binatang tersebut?<\/p>\n<ol>\n<li>Menjalankan peran sebagai Kristus palsu (juruselamat palsu). Mereka adalah bagian dari \u201cprogram pendidikan disfungsional\u201d bagi anak-anak Allah. Dalam \u201cdunia Sekolah Tujuan Penciptaan selama 7.000 tahun\u201d ini, mereka adalah guru yang jahat. Melalui mereka, anak-anak Allah dirancang untuk lebih fokus pada, mempelajari lebih dalam, lebih mengucap syukur atas, dan lebih menghormati \u201cKristus yang sejati\u201d (Juruselamat yang sejati, Yesus) (Mazmur 111:10; Amsal 1:7, 9:10).<\/li>\n<li>Ini adalah bagian dari program pengajaran bahwa \u201cdunia 7.000 tahun ini adalah Sekolah Tujuan Penciptaan\u201d (1 Korintus 15:24), dan bahwa anak-anak Allah adalah \u201cmurid\u201d (Ibrani 11:13).<span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">&#8220;Murid-murid&#8221; ini \u2014 meskipun aslinya adalah warga negara Surga (Filipi 3:20; Efesus 2:19) \u2014 untuk sementara waktu ditempatkan di dunia ini untuk mempelajari kemutlakan dan pentingnya tujuan penciptaan. Mereka adalah \u201cpengunjung,\u201d \u201corang asing,\u201d \u201cpendatang\u201d (Ibrani 11:13; 1 Petrus 2:11). Mereka adalah makhluk sementara, seperti rumput dan bunga. Mereka ada di sini sebentar, lalu menghilang \u2014 kembali ke tanah air mereka (Ibrani 11:16; Mazmur 103:15-16; Yesaya 40:6-8; 1 Petrus 1:24). Oleh karena itu, murid-murid ini bukan berasal dari dunia ini (Yohanes 15:19; 17:14). Mereka milik Surga (Lukas 23:43; Ibrani 11:16).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Luar biasanya, hari ini para juruselamat palsu ini sedang berusaha menyelamatkan dunia. Dua Binatang telah bersatu untuk menciptakan Kecerdasan Buatan (AI). Mereka berencana menciptakan AGI pada tahun 2027, dan ASI pada tahun 2030 \u2014 dan memerintah dunia melaluinya. Mereka berusaha menciptakan Tatanan Dunia Baru (New World Order). Yohanes secara menakjubkan telah melihat hal ini sebelumnya dalam penglihatannya. Ia menyebut ASI ini:<\/p>\n<ul>\n<li>\u201cpatung binatang itu\u201d (Wahyu 13:14-15)<\/li>\n<li>dan \u201cbilangan seorang manusia, 666\u201d (komputer yang berbicara seperti manusia, Wahyu 13:18).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bersamaan dengan ini, \u201cbinatang kedua\u201d (anti-Kristus agama, Wahyu 13:11) \u2014 yang berpusat di sekitar Paus Katolik Roma \u2014 juga sedang mengupayakan \u201cpenyatuan agama\u201d pada tahun 2030\u20132033. WCC, WEA, FTT ikut berpartisipasi. Mereka berusaha menghapuskan perang dan menciptakan perdamaian dunia \u2014 percaya bahwa dengan menyatukan agama-agama, perdamaian dunia akan terwujud, dan membuat dunia ini menjadi utopia. Maka mereka bertindak sebagai \u201cjuruselamat agama.\u201d Mereka bekerja rajin untuk melihat mimpi ini terwujud pada tahun 2030\u20132033.<br \/>Luar biasanya, Dua Binatang ini berbagi target tahun yang sama \u2014 2030\u20132033. Itu tidak lama lagi. Saya tidak tahu apakah kedatangan Yesus di awan-awan akan terjadi pada waktu itu. Tetapi apa yang harus kita ketahui adalah ini: Dua Binatang ini adalah papan penunjuk jalan, suar sinyal, lampu peringatan, dan katalis sebelum Parousia Yesus bagi para calon mempelai-Nya.<\/p>\n<p><br \/>Oleh karena itu, kita harus lebih fokus mempelajari Kedatangan Kedua Kristus yang sejati dan identitas-Nya \u2014 melalui Tujuh Teologi dan Lima Misteri. Hanya dengan begitu kita dapat membantu anak-anak Allah di sekitar kita, agar mereka tidak disesatkan (Matius 24:4-5) dan tidak dibuat tersandung (Matius 24:10). Tetapi ini tidak mudah \u2014 karena hari ini sudah seperti zaman Nuh (Matius 24:37-39). Namun kita tahu ini: Roh Kudus akan mengirimkan kepada kita mereka yang tidak boleh disesatkan dan dihanyutkan. Di Tahun Baru 2026, saya berharap setiap pembaca akan berkonsentrasi pada pekerjaan ini. Roh Kudus akan membantu (Yohanes 14:16; Roma 8:26-28) \u2014 dengan berkat-berkat Mazmur 91.<\/p>\n<p><br \/>By. Pastor Thomas Hwang<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>24 Desember 2025 Menjadi Calon Mempelai yang Bijak: Tetap Terjaga di Era Penyesatan &#8220;Berkat Mazmur 91 bukanlah hadiah tanpa tujuan; itu adalah jaminan perlindungan bagi mereka yang berani memikul misi penuai di tengah dunia yang sedang tersandung.&#8221; Belakangan ini kita sedang mempelajari tentang &#8220;Dua Binatang&#8221;. Kita telah mempelajari Seri Dua Binatang #1\u2013#21. Konten ini diringkas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-epistolari"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2457,"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1\/revisions\/2457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/amiindonesia.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}